Selasa, 25 Januari 2011

10 Kejutan dari Seks Rutin


Kompas.com
Tahukah Anda, hubungan seks secara rutin dengan pasangan resmi memiliki manfaat mengejutkan yang tak pernah Anda bayangkan? 

Berbagai penelitian ilmiah mengungkapkan, hasrat untuk berhubungan intim sebenarnya sudah mampu menjadi energi positif yang mendorong naiknya sistem kekebalan tubuh. Joy Davidson, Ph.D, psikolog dan sex therapist dari New York, Amerika Serikat, menyatakan banyak orang kaget saat tahu manfaat yang bisa didapat dari hubungan seks yang rutin dilakukan. 

Kenyataannya, meski seks sudah banyak dibicarakan di berbagai media, banyak orang masih menganggap, membicarakan seks itu “memalukan”. Soal manfaat seks juga telah banyak diungkap, meski sebagian orang masih menganggapnya sebatas anekdot, padahal itu adalah kenyataan. 

Berikut ini 10 manfaat seks yang mungkin mengejutkan Anda:

1. Seks membebaskan stres
Manfaat terbesar dalam hubungan seks adalah menurunkan tekanan darah dan meredam stres. Penelitian di Skotlandia, seperti dilaporkan jurnal Biological Psychology awal tahun ini, melibatkan 24 wanita dan 22 pria. Mereka mengaku melakukan hubungan seks rutin, minimal seminggu sekali. 
Hasilnya, ditemukan adanya kecenderungan tekanan darah yang relatif stabil pada pria maupun wanita responden. Hal ini diakui merupakan bagian dari pengaruh aktivitas hubungan seks bersama pasangan masing-masing.

2. Seks meningkatkan daya tahan
Aktivitas seks rutin satu atau dua kali seminggu berhubungan erat dengan peningkatan daya tahan tubuh, terutama antibodi imunoglobulin A atau IgA. Antibodi ini yang melindungi tubuh dari pengaruh perubahan cuaca dan infeksi. 
Para ilmuwan dari Wilkes University, Pennsylvania, AS, meng¬ambil contoh air liur 112 orang yang melakukan aktivitas seks seminggu atau dua minggu sekali. Hasilnya, mereka yang rutin melakukan aktivitas seks seminggu sekali atau lebih, memiliki antibodi lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya melakukannya dua minggu sekali.

3. Seks membakar kalori 
Aktivitas seks selama 30 menit diyakini mampu membakar lebih dari 85 kalori. Sepertinya tidak terlalu banyak, tetapi jika dilakukan selama 42 jam (total), yang terbakar sekitar 3.570 kalori, lebih dari cukup untuk mengurangi berat badan sekitar setengah kilogram. 

Tak heran, Patti Britton, Ph.D, seksolog asal Los Angeles dan President of the American Association of Sexuality Educators and Therapist menyatakan bahwa seks itu model latihan yang luar biasa karena sangat bagus dari sudut pandang jasmani dan rohani.
4. Seks meningkatkan kesehatan jantung  
Banyak pria berusia di atas 50 tahun merasa takut berhubungan seks karena berpikir aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko stroke. 
Namun, para peneliti dari Inggris, seperti dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health, yang melakukan riset terhadap 914 pria selama 20 tahun dengan gangguan stroke, justru menemukan fakta lain. Aktivitas seks yang rutin setidaknya dua kali seminggu mampu menekan risiko serangan jantung fatal.

5. Seks meningkatkan kepercayaan diri
Tahukah Anda, satu dari 237 alasan orang melakukan aktivitas seks adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri. Kenyataan itulah yang diungkap peneliti dari University of Texas, AS, seperti dipublikasikan dalam Archives of Sexual Behavior. 

Kenyataan itu juga didukung Gina Ogden, Ph.D, sex therapist serta konsultan keluarga dan perkawinan asal Cambridge, Inggris. Menurutnya, banyak orang beralasan aktivitas seks dapat meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan nyaman. 

“Seks yang bagus dimulai dari rasa percaya diri, demikian juga sebaliknya. Tentu saja hubungan seks yang dilandasi rasa cinta, kasih sayang, dan suasana harmonis akan mendatangkan rasa percaya diri dan nyaman itu,” ungkapnya.

6. Seks meningkatkan keakraban
Seks dan orgasme dapat meningkatkan hormon oksitosin disebut juga hormon cinta, yang membantu menumbuhkan rasa saling percaya. 
Peneliti dari Pittsburgh University dan North Carolina University, AS, mengevaluasi 59 wanita pra menoupouse sebelum dan sesudah melakukan foreplay (pemanasan) bersama suaminya yang diakhiri dengan pelukan. Mereka mengaku menemukan kedekatan, dan kadar hormon oksitosin juga meningkat tajam.
Kadar okstosin yang tinggi berhubungan erat dengan perasaan nyaman. Jika Anda tiba-tiba merasa lebih nyaman dengan pasangan Anda, bisa jadi itu karena pengaruh hormon cinta.

7. Seks mengurangi rasa sakit
Ketika hormon oksitosin meningkat, hormon endorfin juga naik dan dapat mengurangi rasa nyeri seperti sakit kepala, artritis, maupun keluhan yang berhubungan dengan gejala datang bulan (PMS). 

Sebuah studi dalam Bulletin of Experimental Biology and Medicine menguji manfaat itu dengan melibatkan 48 sukarelawan untuk menghirup hormon oksitosin. Hasilnya, mereka menyatakan rasa sakit yang diderita berkurang setengahnya.

8. Seks mengurangi risiko kanker prostat
Ejakulasi yang rutin, terutama pada pria berusia 20-an tahun, kemungkinan dapat mengurangi risiko kanker prostat selama hidupnya, seperti dilaporkan peneliti asal Australia dalam British Journal of Urology International. 

Meski demikian, ketika tim ahli melakukan pemeriksaan terhadap pria dengan masalah prostat maupun tidak, yang berusia 30 hingga 50-an, ternyata risiko kanker prostat tidak ada hubungannya dengan rutinitas ejakulasi. Kenyataan itu cuma berpengaruh terhadap mereka yang berusia 20-an tahun dengan rata-rata ejakulasi lima kali atau lebih dalam seminggu, dan tidak signifikan pada kelompok berusia 30-an ke atas.

Studi lain, seperti dilaporkan dalam Journal of the American Medical Association menungkapkan, ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan dapat mengurangi risiko kanker prostat saat usia mulai menua daripada yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali per bulan!

9. Seks memperkuat tulang panggul 
Selama ini wanita lebih mengenal latihan kegel untuk meningkatkan kualitas kemampuan seksnya. Latihan ini juga dipercaya mengurangi risiko inkontinesia (susah mengontrol buang air kecil) saat usia mulai menua. 

Beberapa peneliti justru mengungkapkan bahwa aktivitas seks yang rutin bagi wanita ternyata bermanfaat hampir sama dengan latihan kegel. Aktivitas seks rutin bahkan memiliki manfaat lebih, yakni membantu memperkuat tulang pinggul, seperti latihan menahan kencing.

10. Seks membuat tidur berkualitas
Jika Anda ingin menikmati kualitas tidur yang baik, jangan pernah malas berhubungan seks sebelum tidur. Menurut penelitian, saat berhubungan seks, kadar hormon oksitosin akan terlepas bersamaan dengan orgasme. Hal ini akan membantu tidur Anda jadi lebih nyenyak. 

Cukup tidur berarti baik bagi kesehatan, misalnya untuk menjaga kestabilan berat badan dan tekanan darah. Perasaan nyaman akibat keluarnya hormon oksitosin saat berhubungan seks juga memengaruhi tekanan darah, sehingga orang jadi lebih tenang dan bisa tidur pulas.

Fakta di Balik 10 Mitos Seks Pria


kompas.com
 Hampir sebagian besar pria dewasa mungkin pernah mendengar mitos-mitos yang berkembang seputar seksualitas mereka. Tak jarang mitos-mitos ini dijadikan acuan. Padahal, tak semuanya mengandung nilai kebenaran. 
Nah, supaya tak menjadi salah kaprah dan terjebak mitos-mitos tersebut, ada baiknya Anda menyimak kebenaran atau fakta di balik mitos seksualitas kaum Adam ini.
Mitos 1 : Pria mencapai puncak seksualitas pada usia 18
Mitos ini BENAR adanya dengan mempertimbangkan suplai atau produksi hormon-hormon seks di dalam tubuh. Puncak produksi testosteron seorang pria berada di usia 18-an. Adapun puncak produksi hormon estrogen wanita berada pada usia pertengahan 20-an.
"Namun, puncak hormon bukan berarti puncak dari kemampuan seksual," ungkap Marc Goldstein, MD, profesor kesehatan reproduksi dan urologi di Cornell University's Weill Medical College. Oleh karena itu, jangan merasa terlalu tua untuk menunjukkan kemampuan terbaik pada usia berapa pun.
Mitos 2 : Semen berisi cairan low-carb
SALAH. "Semen sebagian besar kandungannya adalah gula buah [fruktosa] dan enzim-enzim, bukan karbohidrat," kata Dr Goldstein. Fakta ini juga dapat memberi penjelasan mengapa istilah oral sex diettidak berlaku.
Mitos 3 : Masturbasi menghasilkan orgasme lebih kuat
BENAR : Tetapi, ini bukanlah saran yang harus diikuti. "Tergantung dari individunya. Untuk beberapa orang mungkin saja, tetapi belum tentu bagi yang lain. Tidak ada yang lebih baik, selain hanya melakukan intercourse," ungkap Jon L. Pryor, MD, profesor bedah urologi dari University of Minnesota.
Mitos 4 : Rata-rata ukuran saat ereksi adalah 8 inci
SALAH : Para pria tak perlu khawatir. Rileks! Karena angka yang sebenarnya mendekati rata-rata 6 inci.
Mitos 5 : Kerang memicu gairah
SALAH : "Tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa kerang dapat meningkatkan libido," kata Dr Pryor. "Tetapi, mungkin saja ada efek plasebo. Jadi, apabila hal itu terjadi pada Anda, bagus!"
Mitos 6 : Pria memikirkan tentang seks setiap 7 detik
SALAH : Perhitungan ini sepertinya terlalu berlebihan. Yang benar adalah hanya sekitar 23 persen saja pria yang mengklaim dirinya terlalu sering berfantasi. Dan mungkin sisanya adalah mereka yang terlalu sering mengecek waktu.
Mitos 7 : Menghentikan makan brokoli memperbaiki "rasa" sperma
BENAR : Semen secara alami memiliki rasa yang pahit. Memakan brokoli atau meminum kopi justru akan membuat rasa sperma menjadi lebih buruk.
Mitos 8 : Melakukan hubungan seks sebelum momen penting—seperti pertandingan atau presentasi—dapat mengacaukan atau mengganggu penampilan Anda
SALAH : Para ilmuwan di Swiss melakukan uji ketahanan terhadap stres pada manusia setelah masa 2 hingga 10 jam pasca-hubungan seks. Hasilnya menunjukkan, hingga 10 jam pasca-hubungan seks para relawan benar-benar sudah pulih. Sementara itu, peneliti hanya menemukan sedikit saja penurunan kemampuan pada relawan 2 jam setelah berhubungan seks.
Mitos 9 : Melakukan hubungan seks di dalam air (kolam renang, hot tub, atau shower) akan membunuh sperma
BENAR : Sebagian sel sperma memang akan mati, tetapi menurut Dr. Pryor ini bukanlah sebuah metode atau cara efektif untuk mencegah kehamilan. Walaupun hot tub dapat memicu suhu tinggi pada testis dan membunuh sperma, tentu masih banyak sperma yang tersisa yang akan memburu sel telur untuk dibuahi.
Mitos 10 : Anda bisa kecanduan situs porno
BENAR : Menurut data, memang hanya 1 persen saja dari mereka yang pernah membuka pornografi di internet akan menjadi pencandu. Namun, jika Anda pria yang segera menikah berhati-hatilah karena sekitar 38 persen pencandu pornografi adalah mereka yang sudah menikah.