Sabtu, 05 Februari 2011

Dunia Masih Perang Melawan Kanker Jumat, 4 Februari 2011 | 09:42 WIB


Kompas.com - Tak bisa diingkari kanker merupakan penyakit yang serius dengan angka kematian melebihi gabungan antara penderita malaria, AIDS dan tuberkulosis. Penyakit ini diperkirakan telah membunuh orang sebesar populasi penduduk Swiss setiap tahunnya, dan dua pertiganya terjadi di negara berkembang.
Kendati demikian secara bertahap kanker kini bukan lagi lonceng kematian seperti dulu. Berbagai riset menunjukkan sepertiga kematian akibat kanker bisa dihindari melalui pencegahan dan sepertiga lainnya melalui deteksi dini dan pengobatan.
Pada tahun 2005, the Union for International Cancer Control (UICC) meluncurkan Hari Kanker Sedunia dengan tujuan menarik perhatian publik dunia dan pembuat kebijakan akan peningkatkan krisis kanker.
Hari Kanker Sedunia ini diperingati setiap tanggal 4 Februari bertepatan dengan deklarasi hari kanker dimana UICC meminta semua orang menandatangani peta jalan (road map) tindakan segera untuk menekan kanker secara global di tahun 2020.
Setiap tahunnya 12,7 juta orang didiagnosa kanker dan 7,6 juta meninggal karena penyakit ini. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan tanpa tindakan segera angka kematian global akibat kanker akan meningkat hingga 80 persen di tahun 2030, terutama di negara miskin dan berkembang.
Tahun 2011 ini UICC mengusung tema Sun Smart yang menyoroti masalah kanker kulit. Seperti diketahui sinar matahari merupakan salah satu faktor risiko pemicu kanker seperti halnya rokok, alkohol, obesitas dan infeksi penyakit.
Yayasan Kanker Indonesia juga menyebutkan setiap tahunnya angka kejadian kanker kulit di negeri ini terus meningkat. Meski demikian prevalensi kanker kulit masih rendah dibanding kanker lainnya seperti kanker paru, serviks, atau kanker payudara.
Dalam perayaan Hari Kanker Sedunia tahun ini UICC juga ingin menegaskan kembali bahwa kebanyakan jenis kanker bisa dicegah dengan cara menjaga pola makan sehat, menjaga berat badan ideal, melakukan olahraga secara rutin, mengurangi asupan alkohol, serta menghindari paparan sinar ultraviolet terlalu lama.
Meski strategi menghadapi kanekr terus mengalami kemajuan dan angka harapan hidup penderita kanker bisa ditingkatkan, namun perang melawan penyakit ini belum selesai. Seiring dengan pencegahan, salah satu pendekatan terbaik dalam melawan kanker adalah deteksi dini. Makin dini sebuah kanker dideteksi makin besar pula kemungkinannya disembuhkan.

Seks Bisa Atasi Cegukan

KOMPAS.com — Suatu waktu yang lalu, artis dan presenter Indra Herlambang melepas pertanyaan sederhana melalui akun Twitter miliknya. Ia menanyakan kepada para "pengikut"-nya bagaimana cara mengatasi cegukan. Tak lama, respons pun masuk. Begitu banyak orang memberi testimoni cara mengatasi cegukan. Dari tips orangtua, minum air sambil menengok, hingga dikagetkan. Lalu, sebenarnya apa kata pakar mengenai mengatasi cegukan? Berikut ini di antaranya:

Air
1. Minum air ternyata salah satu cara yang terkenal. Richard McCallum, MD, kepala bidang pengobatan internal dari Texas Tech University Health Sciences Center memberi saran; siapkan segelas air, membungkuk, dan minum air sambil kepala mendongak. Metode ini ternyata bisa merangsang saraf di belakang tenggorokan dan mendorong sistem saraf.

2. Isi air ke gelas plastik, letakkan di meja, lalu dengan jari telunjuk di setiap tangan, tutup lubang telinga Anda. Membungkuk, lalu angkat gelas tadi menggunakan kelingking dan ibu jari dari kedua tangan, tahan napas, lalu dengan keadaan membungkuk, telan air dalam 1-2 teguk. Ini adalah tips dari para editor majalah Prevention. Alasan cara ini berhasil adalah gerakan ini menaikkan tingkat karbondioksida, menstimulasi saraf vagus, menonaktifkan diafragma, serta memberikan pengalih mental.

Gula
Telan 1-2 sendok teh gula. Butir-butir kering gula menstimulasi dan mengeset ulang saraf yang teriritasi, penyebab kejang pada diafragma. Zat kasar lain, seperti garam, bisa juga digunakan. Namun, gula memberi rasa lebih baik. Tips ini diberikan Jacob Teitelbaum, MD, direktur medis serta pengarang From Fatigued to Fantastic!

Napas

Teknik ini menggunakan level karbondioksida, relaksasi diafragma, dan tekanan saluran napas yang positif untuk menyembuhkan cegukan. Caranya: ambil napas dalam-dalam, tahan hingga 10 detik tanpa mengeluarkan udara apa pun, ambil kembali napas kecil lewat mulut, tahan lagi selama 5 detik, ulangi lagi (ambil napas kecil tanpa mengeluarkan udara), tahan lagi selama 5 detik. Teknik ini, menurut Luc G Morris, MD, salah satu anggota staf bagian bedah di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, paling ampuh mengatasi pasien yang datang dengan masalah cegukan yang tak mau hilang.

Seks
Sebuah kasus unik pernah ditemukan dan didokumentasikan oleh Canadian Family Physician. Roni Peleg, MD, pengajar senior di Ben-Gurion University, Israel, menceritakan bahwa seorang pria berusia 40 tahun mengalami cegukan sangat parah setelah ia disuntik cortisone untuk mengatasi masalah punggung. Ia telah mencoba saran-saran tradisional untuk mengatasi cegukan ini hingga obat-obatan medis dari dokter, tetapi tidak ada yang berhasil. Di hari keempat, ia dan istrinya berhubungan intim, tiba-tiba cegukannya hilang setelah ia berejakulasi. Cegukan yang ia alami tampaknya diakibatkan oleh stimulasi saraf yang serupa dengan rasa kejut saat mencapai orgasme pada pria. Namun, belum jelas apakah hal yang sama bisa pula berhasil pada wanita.