Sabtu, 05 Februari 2011

Seks Bisa Atasi Cegukan

KOMPAS.com — Suatu waktu yang lalu, artis dan presenter Indra Herlambang melepas pertanyaan sederhana melalui akun Twitter miliknya. Ia menanyakan kepada para "pengikut"-nya bagaimana cara mengatasi cegukan. Tak lama, respons pun masuk. Begitu banyak orang memberi testimoni cara mengatasi cegukan. Dari tips orangtua, minum air sambil menengok, hingga dikagetkan. Lalu, sebenarnya apa kata pakar mengenai mengatasi cegukan? Berikut ini di antaranya:

Air
1. Minum air ternyata salah satu cara yang terkenal. Richard McCallum, MD, kepala bidang pengobatan internal dari Texas Tech University Health Sciences Center memberi saran; siapkan segelas air, membungkuk, dan minum air sambil kepala mendongak. Metode ini ternyata bisa merangsang saraf di belakang tenggorokan dan mendorong sistem saraf.

2. Isi air ke gelas plastik, letakkan di meja, lalu dengan jari telunjuk di setiap tangan, tutup lubang telinga Anda. Membungkuk, lalu angkat gelas tadi menggunakan kelingking dan ibu jari dari kedua tangan, tahan napas, lalu dengan keadaan membungkuk, telan air dalam 1-2 teguk. Ini adalah tips dari para editor majalah Prevention. Alasan cara ini berhasil adalah gerakan ini menaikkan tingkat karbondioksida, menstimulasi saraf vagus, menonaktifkan diafragma, serta memberikan pengalih mental.

Gula
Telan 1-2 sendok teh gula. Butir-butir kering gula menstimulasi dan mengeset ulang saraf yang teriritasi, penyebab kejang pada diafragma. Zat kasar lain, seperti garam, bisa juga digunakan. Namun, gula memberi rasa lebih baik. Tips ini diberikan Jacob Teitelbaum, MD, direktur medis serta pengarang From Fatigued to Fantastic!

Napas

Teknik ini menggunakan level karbondioksida, relaksasi diafragma, dan tekanan saluran napas yang positif untuk menyembuhkan cegukan. Caranya: ambil napas dalam-dalam, tahan hingga 10 detik tanpa mengeluarkan udara apa pun, ambil kembali napas kecil lewat mulut, tahan lagi selama 5 detik, ulangi lagi (ambil napas kecil tanpa mengeluarkan udara), tahan lagi selama 5 detik. Teknik ini, menurut Luc G Morris, MD, salah satu anggota staf bagian bedah di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, paling ampuh mengatasi pasien yang datang dengan masalah cegukan yang tak mau hilang.

Seks
Sebuah kasus unik pernah ditemukan dan didokumentasikan oleh Canadian Family Physician. Roni Peleg, MD, pengajar senior di Ben-Gurion University, Israel, menceritakan bahwa seorang pria berusia 40 tahun mengalami cegukan sangat parah setelah ia disuntik cortisone untuk mengatasi masalah punggung. Ia telah mencoba saran-saran tradisional untuk mengatasi cegukan ini hingga obat-obatan medis dari dokter, tetapi tidak ada yang berhasil. Di hari keempat, ia dan istrinya berhubungan intim, tiba-tiba cegukannya hilang setelah ia berejakulasi. Cegukan yang ia alami tampaknya diakibatkan oleh stimulasi saraf yang serupa dengan rasa kejut saat mencapai orgasme pada pria. Namun, belum jelas apakah hal yang sama bisa pula berhasil pada wanita.


Kamis, 27 Januari 2011

Gemar Berbohong Bikin Darah Tinggi


KOMPAS.com - Apakah bedanya berbohong dan tidak memberitahukan? Berbohong, mungkin, artinya Anda mengatakan sesuatu yang tidak seperti kenyataannya. Tidak memberitahukan, artinya Anda menyimpan sendiri informasi yang mungkin menyangkut sesuatu yang buruk mengenai orang lain.

Apapun bedanya, kedua hal ini memberikan pengaruh yang sama pada orang yang menerima informasi. Dari sisi orang yang berbohong, ia mungkin akan merasa bersalah, karena tidak memberitahukan seorang teman bahwa suaminya berselingkuh, misalnya. Untuk orang yang tidak bersedia berbohong, rasa tidak nyaman itu mungkin lebih besar daripada perasaan diduakan pasangan.
Tak salah jika Anda merasakan hal ini. Bagi seorang pemula, berbohong akan melepaskan hormon stres. "Peningkatan hormon stres ini bisa menyebabkan detak jantung dan pernafasan meningkat, pencernaan melambat, otot dan serat-serat saraf menjadi hipersensitif," ungkap Saundra Dalton-Smith, MD, penulis Set Free to Live Free: Breaking Through the 7 Lies Women Tell Themselves.

Gejala fisik ini mungkin tidak separah yang dibayangkan, namun bila terus terjadi, hal ini bisa menimbulkan kondisi seperti penyakit arteri koroner, stroke, dan gagal jantung kongestif. Sebab, pada saat berbohong tekanan darah naik ke jantung, dan bisa mengancam hidup Anda dalam jangka panjang. Itu pula sebabnya lie detector sangat akurat untuk uji kebohongan, karena alat ini mengukur lompatan dalam tekanan darah.

Masih diragukan sebenarnya, bahwa satu contoh kebohongan bisa menyebabkan Anda stroke. Namun ada bukti-bukti bahwa semakin sering Anda berbohong, semakin mudah Anda berbohong dalam kesempatan lain. Hal ini sesuai dengan artikel yang diterbitkan di jurnal Consciousness and Cognition edisi November 2010 oleh fakultas psikologi Ghent University di Belgia, “Sering menyampaikan kebenaran membuat berbohong makin sulit, dan sering berbohong membuat berbohong makin mudah."

Mereka yang sehari-hari suka berbohong, atau menyimpan rahasia besar selama bertahun-tahun, mungkin merasa mudah melakukannya dari waktu ke waktu. Namun mereka juga lebih berisiko mengalami kondisi kesehatan yang buruk daripada yang lain. Pembohong yang kronis akan meningkatkan komplikasi dari tekanan darah tinggi, dan penyakit lain yang dikaitkan dengan stres yang kronis, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Mungkin Anda menyembunyikan sesuatu dari keluarga atau teman Anda karena tak ingin mereka terluka. Namun Anda bisa menyakiti hati orang tersebut bila rahasia itu terungkap dan ia tak mampu menerimanya. Jangan lupa, seperti yang sering dikatakan orang, kita cenderung akan berbohong untuk menutupi kebohongan yang lain. Sudah berdosa, penyakit pun menumpuk di tubuh kita. Maka, bersikap jujur adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk kesehatan badan dan pikiran Anda sendiri.