Sabtu, 05 Februari 2011

6 Cara Alami Atasi Flu Saat Hamil


KOMPAS.com - Ketika sedang hamil, umumnya Anda tidak boleh mengonsumsi obat-obatan. Tetapi bagaimana bila Anda terkena flu, apalagi batuk? Bila dibiarkan, batuk tentu akan menyebabkan perut menjadi kejang, dan membahayakan janin. Adakah cara alami (tanpa menggunakan obat) yang bisa meredakan flu?

* Berendam dalam air hangat. Uap panas bisa mengencerkan hidung yang tersumbat. Anda bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial tea tree, lavender, peppermint, atau menthol ke dalam air. Riak yang padat di tenggorokan juga bisa diencerkan dengan menghirup minyak cengkeh atau kayu manis. Bila tak adabathtub, cara lain yang masih berkhasiat adalah menghirup uap dari baskom berisi air panas (dengan tetap menambahkan minyak esensial tadi).
* Teh panas atau cokelat panas juga boleh diminum untuk meredakan gejala flu seperti tenggorokan yang perih. Bila kondisi tenggorokan lebih parah, minuman dingin justru lebih baik. Misalnya, susu kocok.
* Jaga agar tubuh tetap hangat. Beberapa orang biasanya mengalami demam ketika sedang flu. Tubuh terasa panas, tetapi Anda merasa kedinginan. Jagalah agar tubuh hangat, namun letakkan sekantung es di atas kepala Anda untuk menurunkan suhu tubuh.
* Jagalah agar rumah tetap bersih, dan pastikan ada sirkulasi udara yang baik. Kondisi rumah yang bersih, kering, dan segar bisa mengurangi ingus dan mencegah kuman terhirup oleh tubuh.
Isap permen pastiles yang terbuat dari gula atau madu untuk meredakan radang tenggorokan dan batuk. Untuk batuk yang tergolong sedang, campuran kecap dan perasan jeruk nipis masih dianggap efektif.
Lebih banyak beristirahat. Tak perlu memaksakan diri masuk ke kantor bila Anda terkena flu. Hindari tempat-tempat yang ramai untuk mencegah Anda tertular maupun menularkan virus. Minum lebih banyak air putih, dan makan makanan yang berkuah panas, seperti sup ayam.

Untuk mencegah Anda mengalami flu saat hamil, lakukan beberapa hal berikut:
* Cuci tangan lebih sering.
* Menjauh dari orang yang sedang flu, entah di rumah atau di kantor.
* Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Kuman sering tersebar ketika Anda terpapar permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan.
* Gosok gigi Anda setiap kali habis makan, dan periksakan gigi Anda sebelum Anda hamil, atau selama Anda butuh membersihkan gigi. Gigi yang bersih dan sehat adalah salah satu cara untuk memerangi penyakit.

Seringkali setelah merasa lebih baik, Anda akan mengalami gejala masalah yang lebih parah, seperti muntah, demam, sakit di dada, batuk dengan riak yang padat dan berwarna kuning kehijauan, serta kejang perut. Karena itu jika gejala flu ini tidak membaik atau justru semakin parah setelah tiga atau empat hari, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Dunia Masih Perang Melawan Kanker Jumat, 4 Februari 2011 | 09:42 WIB


Kompas.com - Tak bisa diingkari kanker merupakan penyakit yang serius dengan angka kematian melebihi gabungan antara penderita malaria, AIDS dan tuberkulosis. Penyakit ini diperkirakan telah membunuh orang sebesar populasi penduduk Swiss setiap tahunnya, dan dua pertiganya terjadi di negara berkembang.
Kendati demikian secara bertahap kanker kini bukan lagi lonceng kematian seperti dulu. Berbagai riset menunjukkan sepertiga kematian akibat kanker bisa dihindari melalui pencegahan dan sepertiga lainnya melalui deteksi dini dan pengobatan.
Pada tahun 2005, the Union for International Cancer Control (UICC) meluncurkan Hari Kanker Sedunia dengan tujuan menarik perhatian publik dunia dan pembuat kebijakan akan peningkatkan krisis kanker.
Hari Kanker Sedunia ini diperingati setiap tanggal 4 Februari bertepatan dengan deklarasi hari kanker dimana UICC meminta semua orang menandatangani peta jalan (road map) tindakan segera untuk menekan kanker secara global di tahun 2020.
Setiap tahunnya 12,7 juta orang didiagnosa kanker dan 7,6 juta meninggal karena penyakit ini. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan tanpa tindakan segera angka kematian global akibat kanker akan meningkat hingga 80 persen di tahun 2030, terutama di negara miskin dan berkembang.
Tahun 2011 ini UICC mengusung tema Sun Smart yang menyoroti masalah kanker kulit. Seperti diketahui sinar matahari merupakan salah satu faktor risiko pemicu kanker seperti halnya rokok, alkohol, obesitas dan infeksi penyakit.
Yayasan Kanker Indonesia juga menyebutkan setiap tahunnya angka kejadian kanker kulit di negeri ini terus meningkat. Meski demikian prevalensi kanker kulit masih rendah dibanding kanker lainnya seperti kanker paru, serviks, atau kanker payudara.
Dalam perayaan Hari Kanker Sedunia tahun ini UICC juga ingin menegaskan kembali bahwa kebanyakan jenis kanker bisa dicegah dengan cara menjaga pola makan sehat, menjaga berat badan ideal, melakukan olahraga secara rutin, mengurangi asupan alkohol, serta menghindari paparan sinar ultraviolet terlalu lama.
Meski strategi menghadapi kanekr terus mengalami kemajuan dan angka harapan hidup penderita kanker bisa ditingkatkan, namun perang melawan penyakit ini belum selesai. Seiring dengan pencegahan, salah satu pendekatan terbaik dalam melawan kanker adalah deteksi dini. Makin dini sebuah kanker dideteksi makin besar pula kemungkinannya disembuhkan.